kompas

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Sabtu, 21 Juni 2014

Konsumerisme

 Konsumerisme

Konsumerisme adalah suatu pola pikir  serta tindakan dimana orang melakukan  tindakan membeli barang bukan dikarenakan ia membutuhkan barang itu tetapi dikarenakan tindakan membeli itu sendiri memberikan kepuasan bagi dirinya. Fenomena yang menonjol dalam masyarakat Indonesia saat ini, yang menyertai kemajuan ekonomi adalah berkembangnya budaya konsumsi yang ditandai dengan berkembangnya gaya hidup. Berbagai gaya hidup yang terlahir dari kegiatan konsumsi semakin beragam pada masyarakat perkotaan Indonesia. Kalau dulu ada istilah yang populer dari Descartes, yakni ”Cogito ergo Sum: Aku berpikir maka aku ada”, tetapi sekarang istilah yang populer adalah: ”I shop therefore I am: Aku berbelanja maka aku ada”.

Konsumerisme di Indonesia ini telah merambah semua level masyarakat. Sebagai contoh adalah apabila suatu barang yang lagi up to date maka orang akan membeli tanpa peduli apakah ia membutuhkan atau tidak. Contoh lainnya adalah kegiatan jalan-jalan di mall, clubbing, fitness, hang out di cafe adalah contoh gaya hidup yang nampak menonjol saat ini. Semua aktifitas tersebut adalah perwujudan dari konsumerisme.

Konsumerisme, pada masa sekarang telah menjadi ideologi baru. Ideologi tersebut secara aktif memberi makna tentang hidup melalui mengkonsumsi material. Bahkan ideologi tersebut mendasari rasionalitas masyarakat kita sekarang, sehingga segala sesuatu yang dipikirkan atau dilakukan diukur dengan perhitungan material. Ideologi tersebut jugalah yang membuat orang tiada lelah bekerja keras mangumpulkan modal untuk bisa melakukan konsumsi.

Ideologi konsumerisme, pada realitasnya sekarang telah menyusupi hampir pada segala aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aspek politik sampai ke sosial budaya. Konsumerisme dalam hal ini dipandang sebagai suatu proses dehumanisasi dan depolitisasi manusia karena para warga negara yang aktif dan kritis telah banyak yang berubah menjadi konsumen yang sangat sibuk dan kritikus atau peneliti pasif.

Beberapa ilmuwan menyebut beberapa poin tertentu yang berkaitan dengan munculnya kapitalisme modern seiring dengan revolusi industri. Asal mula konsumerisme dikaitkan dengan proses industrialisasi pada awal abad ke-19 dan dihubungkan juga dengan munculnya kapitalisme dari Karl Marx. Kapitalisme yang bertujuan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya bagi pemilik modal dalam kegiatan ekonomi dapat disejajarkan dengan konsumerisme yang tujuannya ialah meraih kepuasan bagi individu.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa konsumersime merupakan fenomena abad 20 yang dihubungkan dengan munculnya komunikasi massa, bertumbuhnya kesejahteraan dan semakin banyaknya perusahaan modern. Konsumerisme menjadi sarana utama pengekspresian diri, partisipasi dan kepemilikan pada suatu masa dimana institusi komunal tradisional, seperti keluarga, agama dan negara telah terkikis. Konsumerisme juga terjadi seiring dengan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap perubahan dan inovasi, sebagai respon terhadap pengulangan yang sangat cepat dari hal-hal yang lama atau pencarian terhadaphal yang baru: produk baru, pengalaman baru dan citra baru.

Budaya berakar dari kebiasaan. Artinya, perilaku manusia yang sudah membudaya berakar dari suatu perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang. Misalnya, bangun pagi menjadi budaya dalam diri seseorang karena ia sudah melakukan aktivitas bangun pagi secara berulang-ulang. Bagaimana dengan konsumerisme? Konsumerisme sekarang sudah menjadi budaya.

Telah ditulis dalam penjelasan sebelumnya bahwa konsumerisme berasal dari aktivitas konsumsi. Setelah terjadi perubahan radikal dalam motivasi untuk melakukan konsumsi, maka muncullah konsumerisme. Konsumerime pada awalnya baru merupakan gejala, karena baru dipraktekkan dan ditunjukkan oleh sebagian kecil orang. Akan tetapi, lama-kelamaan, konsumerisme mulai dikenal dan dipraktekkan oleh semakin banyak orang. Hal ini seiring dengan berkembangnya gaya hidup (lifestyle) yang membuat orang mengetahui dan mengalami semakin banyak hal, termasuk konsumerisme ini.

Orientasi pada gaya hidup membuat orang-orang mengikuti trend yang sedang ada. Ketika konsumerisme menjadi trend zaman ini, banyak orang pun mengikutinya. Bagi masyarakat modern (identik dengan masyarakat kota), keterlibatan pada kehidupan menjadi terasa apabila mereka mengikuti segala sesuatu yang sedang up to date. Dengan demikian, keterlibatan orang pada konsumerisme dianggap sebagai keterlibatan pada kehidupan. Konsumsi demi prestise menjadi aktivitas yang dibuat berulang-ulang dan akhirnya menjadi budaya. Konsumsi demi prestise dapat disejajarkan dengan konsumerisme.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar